Gara-Gara Jet-Li ! (Part I)
Tertatih dan Terambang,
Begitulah hari-hari yang kurasakan selama beberapa hari terakhir ini.
James yang tiba-tiba menghilang dari hadapanku tanpa kabar sebersit pun.
**
Aku dan James, awal pertemuan kami tidak disengaja ketika ban motor kami sama-sama. .BOCOR . .
O iya, Panggil saja aku Vanya, . Teman-temanku berkata kalo aku anak yang enerjik dan tahan banting, padahal tidak demikian menurutku. . hehehe. .
Aku pun asyik mendorong motor matic ku di tengah rintik hujan.
“Berapa jauh lagi aku harus mendoroooong??capeeeekknyaa. . .!!" , dan aku terus mendorong Vio menuju tempat tambal ban.
Dan akhirnya aku menemukan sebuah tempat tambal ban kecil, hanya ada kompresor, bangku panjang, dan si empunya tambal Ban.
Sebut saja pak Tarno . .
Entah kenapa aku menyebutnya demikian, asal saja! waktu itu sedang berkemelut dengan Vio yang tiba-tiba bocor ban depannya dan aku hanya berkata “Bisa, tolong tambalkan pak? Yang depan kayaknya bocor”. Dan bapak itu tanpa berkata serta basa basi langsung bergegas menuju pusat masalahku. Seperti di dalam pikirannya sudah tersetting findthetube.value = on .Dan aku pun langsung duduk menunggu hasil kerja pak Tarno menolong Vio yang sedang sempoyongan.
Waktu berlalu dan tiba-tiba ada seorang pemuda tinggi, putih dan berbadan apik menghentikan motor sport biru nya.
Aku yang sedang asyik pasang status FB dari BB ku tiba-tiba terperanjat melihat kehadirannya.
Dia tinggii, putiih, badannya bagus, sepertinya dia tipekuuu. . . * hentikaaan, hentikaaaaaan!!
Bukan itu yang membuatku terperanjat melihat ke arahnya, tapi itu karena suara keluhannya
“Jet-Li..Jet-Li… kenapa lagi kamu ini? Hujan ini lhooo! Pak tolong di cek!”
Sontak mataku mencari-cari, siapa Jet-Li gerangan? Apa pemuda itu bersama Jet-Li? Aktor Bela diri dari negeri Panda itu. .Atau jangan-jangan nama bapak penambal ban ini Jet-Li? Atauuu. .
Aku melihat ke arah motor sport Yamaha birunya, motornya adalah Jet-Li?
Aku tersenyum kecil.. Gerutu pemuda itu benar-benar membuyarkan lamunanku dari BB yang sedang ku pegang..
Tampak dia berjalan ke arahku, aku langsung menggeser posisi duduk ku.
Aku mengira dia akan duduk di satu-satunya kursi yang sedang ku duduki sembari dia menunggu Jet-Li nya diperiksa oleh professor Tarno.
Dan benar tebakanku! pemuda itu menaruh helmnya di sampingku dan duduk disebelahnya.
“Owalah dek, kena paku ini dek. Mau di tambal sekalian endak dek?”, ujar pak Tarno kepada pemuda itu dengan logat Maduranya yang kental.
Olala. .mendengar bapak itu berkata dengan logatnya yang lucu aku hanya menutup bibirku dengan BB di tanganku. .
Aku melihat ke arah pemuda itu, sepertinya dia juga kaget akan gaya bicara pak Tarno sehingga kelihatan sekali mukanya agak nge-Blank dan terpaku sampai akhirnya dia berkata “Ya, iya dong pak. Di tambal sekalian lah” dengan logat setengah Maduranya yang kacau.
Mungkin maksudnya dia ingin membalas logat pak Tarno tapi sayang amburadul , dan aku kembali terkikik. ^^
Kulanjutkan kembali membaca notification di FB ku, dan kembali larut dalam dunia maya.
Ada status baru saat ku buka di home, dan ini cukup membuatku kembali terperangah.
James Lee
“Dasar Jet-Li, baru ajaa dari bengkel eeeh sekarang minta di anter ke tambal ban..Mana ujan pula. .siigh”
Jet-Li?? lagi???
Seakan di kepalaku ada tanda - - a .
Nama yang selalu membuatku terperangah, dan teringat dengan pemuda yang saat ini duduk di sebelahku.
Aku kembali membangunkan diriku dari dunia maya, dan menoleh ke arah pemuda itu.
Tampak pemuda itu sedang seru memencet tombol keypad HP nya.
Jadi berpikir… Jangan-jangan James yang di FB ini orang yang dari tadi sibuk menggerutu gara-gara Jet-Li, yang sekarang sedang diam dan asyik dengan HP nya duduk di sebelahku pula...
Aku kembali menatap layar BB ku dan terpaku. .
***TO BE CONTINUED TO PART II
